![]() |
| Marthen Dira Tome bersama warga di Kecamatan Sabu Tengah |
Ketika suara rakyat di Kabupaten Sabu Raijua mengkristal dalam satu
arus dukungan untuk Pasangan perseorangan Marthen Dira Tome – Nikodemus Rihi
Heke dalam Balutan tagline Mandiri Jilid 2, partai politik kini memberi restu.
Beberapa Partai besar mulai bergandengan tangan dan berdiri bersama rakyat
untuk mendukung paket Mandiri Jilid 2.
Lantas apa
pendapat Marthen Dira Tome terkait arus dukungan dari partai politik kepada
paket Mandiri Jilid 2? Menurut sosok yang akrab disapa Ma Tade ini mengatakan,
dukungan partai politik kepada paket independen dalam Pilkada Sabu Raijua
meruapakan fenomena baru dalam dunia politik. Hal ini juga secara jelas
menggambarkan bahwa sejatinya partai politik adalah berjalan bersama rakyat.
“Ini adalah
fenomena baru dalam politik. Biasanya adalah partai politik yang berkoalisi
atau partai politik mengusung pasangan calon lalu rakyat mendukung. Tapi yang
terjadi di Sabu Raijua adalah rakyat mengkristal dan partai politik mendukung.
Jujru saja tidak banyak partai politik yang bisa berubah paradigmanya sesuai
dengan realita dukungan politik yang sedang terjadi,” ujar Marthen.
Dia
mengatakan, ada beberapa partai besar di Sabu Raijua yang tidak memiliki kursi
yang cukup dalam mengusung pasangan calon. Namun jika mereka berkoalisi bisa
saja mengusung pasangan calon untuk bertarung dalam Pilkada Sabu Raijua pada
Desember 2015 nanti. “Jadi ada beberapa Partai yang memiliki peluang untuk
berkoalisi. Jujur saja kami tidak bisa memfasilitasi karena kami telah memilih
jalur perseorangan. Sepanjang Negara ini memberi ruang untuk pasangan
perseorangan dan arus dukungan rakyat yang besar maka kami memilih jalur
independen,” katanya.
Marthen
mengakui bahwa tidak gampang untuk menyatukan partai politik yang memiliki
platform mapun ideology yang berbeda untuk menyatu dalam memberi dukungan
kepada salah satu pasangan calon. Dalam posisi seperti itu kemudian cara
pandang dan paradigma berubah dengan
mendukung apa yang dikehendaki oleh rakyat.
“Bagi kami
ini adalah hal baru dalam dunia politik. Ini adalah bentuk kebesaran jiwa dari
partai-partai politik. Kenapa mereka harus menyatu dengan kehendak rakyat
karena mereka memiliki roh yang sama bahwa bagi mereka rakyatlah yang memiliki
kedaulatan sehingga apa yang dikehndaki oleh rakyat itulah yang mereka lakukan,”
ungkap Mantan Kabid PLS NTT ini.
Marthen
menjelaskan, partai politik memiliki tanggungjawab untuk mengkaderkan seorang
untuk menjadi pemimpin dan kehendak itu telah menyatu dengan keinginan
masyarakat. Dukungan Partai Politik ini kami sambut dengan tangan terbuka untuk
bersama-sama meramaikan Pilkada yang pada hakikatnya untuk membangun masyarakat
di Sabu raijua. “Kemenangan
rakyat adalah kemangan partai politik yang telah melebur menjadi rakyat dan
rakyat telah melebur dalam partai politik,” ujar Marthen.
Hakikinya
kedaulatan rakyat dalam hajatan politik adalah bebas memilih siapa calon
pemimpinnya secara independen tanpa ada intervensi dari pihak manapun termasuk
partai politik. Alasan inilah yang membuat Pasangan Marthen Dira Tome dan
Nikodemus Rihi Heke, atau Paket Mandiri
jili II memilih jalur perseorangan atau independen, yakni mengembalikan
kedaulatan yang seutuhnya kepada rakyat dalam menentukan calon pemimpin di Sabu
Raijua.
“Kami ingin
mengembalikan kedaulatan yang utuh ke tangan rakyat sehingga mereka mendapatkan
kesempatan untuk memilih sendiri secara bebas tanpa intervensi siapa calon
pemimpinnya. Jika masyarakat masih menghendaki kami memimpin daerah ini, maka
syarat minimal yang ditetapkan oleh KPU bagi calon independen pasti terpenuhi,”
pungkas Marthen Dira Tome.
Paket Mandiri
telah membentuk Tim relawan dari tingkat Kabupaten, Kecamatan Hingga Desa dan
Dusun. Salah satu tugas dari tim adalah mengumpulkan aspirasi dan dukungan dari
masyarakat dalam bentuk KTP. “Rasa
kecintaan kami terhadap kepemimpinan Pak Marthen sehingga kami tidak pernah
merasa lelah bekerja baik untuk mengumpulkan KTP maupun membangun konsolidasi
dengan masyarakat,” kata Hernimus, salah satu Tim Mandiri dari Kecamatan Liae.
Menurutnya,
Pilkada kali ini berbeda dengan saat pertama Paket Mandiri maju menjadi calon
Bupati dan Wakil Bupati kali lalu. Dengan memilih pintu indepen membuat tim
lebih banyak waktu berinteraksi dengan masyarakat sehingga bisa mengetahui
secara jelas dukungan dilapangan. Walaupun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa
lawan politik juga sudah bergerak sehingga banyak isu-isu negatif yang
dilontarkan untuk mempengaruhi dukungan masyarakat terhadap paket Mandiri.
“Banyak
dinamika yang terjadi dilapangan sehingga sehingga kami sebagai tim harus memiliki
strategi, terutama bagimana meluruskan isu-isu yang dilontarkan lawan politik.
Kami juga bisa mengetahui arus dukungan yang besar terhadap paket Mandiri,”
kata Nimus Riwu.
Disisi lain
dukungan masyarakat terhadap Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke tidak
bisa dibendung. Berbagai apresiasi serta alasan diungkapkan kenapa mereka harus
mendukung kembali pasangan ini untuk memimpin Sabu Raijua klima tahun kedepan.
Alasannya cukup sederhana, mereka talah melihat dengan mata kepala sendiri apa
yang dilakukan oleh Marthen Dira Tome dan pasangannya bagi perubahan hidup
masyarakat di Sabu Raijua.
“Kami siap
memberikan dukungan kepada bapak Marthen karena kami sudah merasakan perubahan
selama beliau memimpin kami di Sabu Raijua. Tidak bisa dipungkiri bagaimana
keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat” kata Daniel Lay Riwu,
Warga Desa Raemude, Kecamatan Sabu Barat kepada Seputar NTT.
Dia
mengatakan, dari pengalaman beberapa Pilkada di tanah air, banyak kader partai
yang akhirnya menggunakan kendaraan politik partai lain lantaran partai
politiknya mencalonkan kader lain. Hal ini menjadi semakin menarik ketika
dibolehkannya mencalonkan diri malalui jalur independen. Bagi yang memang
memiliki basis masa, tentu lebih merasa nyaman karena dapat langsung mengukur
kekuatan dukungan suara langsung dari para pendukungnya di saat mencari
dukungan dalam memenuhi syarat pendaftaran ke KPU.
Lain lagi
ungkapan hati dari Oktovianus Djara, Warga Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat.
Dia memiliki alasan lain kenapa harus mendukung Marthen Dira Tome untuk kembali
memimpin Sabu Raijua. Menurutnya, sebagai seorang petani, dia telah merasakan
apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam membantu mereka memperluas
lahan garapan dengan bantuan embung-embung dan peralatan pertanian lainnya
seperti motor air. Karena itu tidak ada alasan lain selain mendukung orang yang
benar-benar memperhatikan kehidupan masyarakat kecil.
“Saya jujur
sudah ada yang datang pengaruhi kami disini untuk mendukung calon lain. Saya
katakan kepada mereka biarpun kalian datang dengan uang ratusan juta saya tidak
mau karena uang itu akan habis saya makan, tapi dengan membantu kami agar terus
bertani lewat bantuan embung maka ini akan menjadi hidup kami selamanya. Karena
itu kami sudah berketetapan hati untuk mendukung paket Mandiri pada Pilkada
nati” ungkapnya.
Hal senada
juga disampaikan oleh Frans Wadu Netu, warga Desa Nadawawi, Kecamatan Sabu
Barat. Dia menilai, apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan membantu para
petani dengan berbagai bantuan baik peralatan pertanian maupun embung adalah
program yang sangat dinantikan oleh masyarakat.
“Hanya
pemimpin yang merakyat saja yang memulai pembangunan dengan memikirkan perut
rakyatnya. Pemimpin yang baik tidak akan berhenti berpikir jika rakyatnya tidak
cukup pangan dan itu dilakukan oleh Marthen Dira Tome. Kami menganggap dia
adalah pemimpin yang lahir dari rakyat maka dia sangat pantas untuk mendapatkan
dukungan penuh dari rakyat,” katanya.
Muhamad
Alboneh, mantan Anggota DPRD Sabu Raijua memiliki penilaian lain kenapa dia
harus mendukung paket Mandiri dalam Pilkada nanti. Selama menjadi wakil rakyat
lima tahun, dia sangat paham apa tujuan pembangunan yang dilakukan oleh Marthen
Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke
“Saya lima
tahun di DPRD dan tahu dengan benar apa yang dilakukan oleh Pak Bupati. Beliau
sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat sehingga beliau tidak takut ketika
harus berhadap – hadapan dengan DPRD. Sabu Raijua membutuhkan pemimpin yang
seperti beliau. Pribadi yang tegas demi kepentingan rakyat yang dipimpinnya,”
pungkas Hamad Alboneh.
Tidak hanya
mantan Anggota DPRD saja yang memiliki penilaian tersendiri terhadap
kepemimpinan Marthen Dira Tome. Mantan Kepala Desa Ramedue, Mikhael Hina Kanni
kepada tabloid Seputar NTT mengungkapkan, selama dirinya menjadi kepala Desa,
dia baru menemukan pemimpin yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat
tanpa pandang bulu.
“Pak Marthen
tidak pernah pilih kasih, apakah dulu mendukung beliau atau tidak dalam Pilkada
kali lalu, siapa saja rakyat yang membutuhkan bantuan pasti dibantu. Tidak
hanya itu, jika sudah berhubungan dengan kepentingan rakyat beliau tidak pernah
mundur sekalipun nanti imbasnya beliau akan dicaci maki oleh lawan politik,”
kisahnya.
Dari pendapat
masyarakat diatas sudah jelas tergambar bahwa mereka telah membuka pintu
independen untuk Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke dalam Pilkada 9
Desember 2015. Dukungan yang diberikan dengan penuh kesadaran sebagai rakyat
yang berdaulat tanpa dikangkangi oleh kepentingan partai tertentu. (joey rihi
ga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar