![]() |
| Marthen Dira Tome saat panen bersama tamu dari luar daerah |
Kemiskinan
yang sudah beranak pinak di wilayah NTT dan Kabupaten Sabu Raijua menjadi
tantangan bagi Marthen Dira Tome bagaimana menghardik dan mengusir kemiskinan
dari tempat yang dia pimpin. Marthen mengatakan bahwa ada tiga hal pokok
kemiskinan yang dialami oleh masyarakat Sabu Raijua saat ini yakni kemiskinan
alami, kemiskunan kultural dan kemiskinan struktural.
Kemiskinan alami
terjadi karena masyarakat malas bekerja.
kemiskinan stuktural adalah pola hidup yang eforia sehingga menyebabkan
miskin karena malas dan kemiskinan strukutural adalah kemiskinan yang terjadi
karena program atau kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Tiga pokok
kemiskinan ini sudah dinyatakan sebagai musuh dan harus keluar dari Kabupaten
Sabu Raijua
.
Pembangunan Ekonomi
dengan pendekatan amphibi melejit dengan pesat “tak bisa dilaut maka di darat
dan sebaliknya “ Laut digerakan Darat diurus”. Pembukaan dan pengolahan lahan
pertanian baru dengan menggunakan traktor dan hand traktor secara cuma-cuma.
pembagian benih dan
pupuk secara cuma-cuma, bantuan motor air dan selang secara cuma-cuma,
mendorong terjadinya usaha tani pada musim kemarau, jagung, bawang serta horti
kultura dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi pengangguran
semusim, produksi pangan miningkat luar
biasa, padi jagung, bawang merah dan lain-lain.
Pembangunan
tambak garam sekaligus pengolahan garam Yodium tahun 2015 mencapai 121
ha, menyerap tenaga kerja ribuan org, pendirian pabrik air kemasan dan pabrik
rumput laut diwilayah Sabu Timur. Pengolahan dan pengemasan gula lontar menjadi
gula air, gula semut dan gula lempeng dalam kemasan yang layak pasar,
pengolahan minyak kayu putih.
Pengembangan pakan ternak dan
bantuan seribu ekor sapi betina dan inseminasi buatan. Bantuan kambing etawah,
ayam super harko.
“Semua program tersebut
adalah usaha pemerintah bersama-sama dengan masyarakat untuk memaksa kemiskinan
yang telah sekian lama beranak pinak di Sabu Raijua untuk segera keluar. Kita
tidak mau ada tempat untuk kemiskinan bertahan apalagi bertahta di Sabu
Raijua,” kata Marthen Dira Tome.
Tidak hanya itu, Tim
Penggerak PKK sebagai Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan
Kabupaten Sabu Raijua yang juga turut berperan penting dalam memberdayakan
masyarakat khususnya keluarga, agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan
mandiri. Salah satu kegiatan yang dilakukan TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua yang
diketuai oleh Ny. Irna Dira Tome adalah dengan memanfaatkan dan megolah bahan
pangan lokal yang ada menjadi produk
yang dapat dikonsumsi bahkan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (
keluarga ).
Tentunya untuk mengolah
bahan-bahan pangan lokal tersebut dibutuhkan keterampilan yang memadai. Oleh karena
itu, Tim Penggerak PKK Sabu Raijua sering melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan
bagi masyarakat khususnya warga binaan yang ada di masing-masing TP-PKK Kabupaten, TP-PKK Kecamatan maupun
Kelurahan bahkan desa.
Hal ini dimaksudkan
agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan oleh masyarakat umumnya dan
keluarga khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal yang tersedia dengan
begitu melimpahnya di Sabu Raijua guna memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain
itu, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan
kerja atau Industri Rumah Tangga yang dapat mengolah bahan pangan lokal menjadi
produk-produk makanan maupun produk kerajinan yang dapat dipasarkan sehingga
dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga.
Adapun bahan pangan
lokal yang diolah adalah jagung, singkong, rumput laut, kacang, pisang, ikan,
dan sebagainya. Pengolahan pangan lokal tersebut antara lain pengolahan mangga
menjadi selai atau manisan, pengolahan rumput laut menjadi dodol, stick,
pengolahan pisang dan singgkong menjadi keripik,ikan menjadi abon.
Seluruh olahan tersebut
kemudian dikemas secara baik dan memikat sehingga memiliki daya saing dalam
pemasarannya. Saat Produk olahan pangan lokal yang dikelola oleh TP-PKK Sabu
Raijua tidak hanya dipasarkan di Sabu Raijua saja namun sudah dipasarkan juga
di Kupang dan harapannya dapat dipasarkan di beberapa daerah lainnya.
Berbicara masalah
pangan lokal juga berbicara masalah Ketahanan Pangan yang merupakan salah satu
tujuan pembangunan daerah Kabupaten Sabu Raijua. Ketahanan Pangan sendiri
adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah
rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada
dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.dalam hal ini
ketersediaan pangan merupakan kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup
untuk kebutuhan dasar serta mampu memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan
tepat secara proporsional.(joey rihi ga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar