Kamis, 27 Agustus 2015

Mengusir Kemiskinan dari Sabu Raijua


Marthen Dira Tome saat panen bersama tamu dari luar daerah

Kemiskinan yang sudah beranak pinak di wilayah NTT dan Kabupaten Sabu Raijua menjadi tantangan bagi Marthen Dira Tome bagaimana menghardik dan mengusir kemiskinan dari tempat yang dia pimpin. Marthen mengatakan bahwa ada tiga hal pokok kemiskinan yang dialami oleh masyarakat Sabu Raijua saat ini yakni kemiskinan alami, kemiskunan kultural dan kemiskinan struktural.

Kemiskinan alami terjadi karena masyarakat malas bekerja.  kemiskinan stuktural adalah pola hidup yang eforia sehingga menyebabkan miskin karena malas dan kemiskinan strukutural adalah kemiskinan yang terjadi karena program atau kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Tiga pokok kemiskinan ini sudah dinyatakan sebagai musuh dan harus keluar dari Kabupaten Sabu Raijua
.
Pembangunan Ekonomi dengan pendekatan amphibi melejit dengan pesat “tak bisa dilaut maka di darat dan sebaliknya “ Laut digerakan Darat diurus”. Pembukaan dan pengolahan lahan pertanian baru dengan menggunakan traktor dan hand traktor secara cuma-cuma.

pembagian benih dan pupuk secara cuma-cuma, bantuan motor air dan selang secara cuma-cuma, mendorong terjadinya usaha tani pada musim kemarau, jagung, bawang serta horti kultura dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan dan mengatasi pengangguran semusim, produksi pangan miningkat  luar biasa, padi jagung, bawang merah dan lain-lain.

 Pembangunan  tambak garam sekaligus pengolahan garam Yodium tahun 2015 mencapai 121 ha, menyerap tenaga kerja ribuan org, pendirian pabrik air kemasan dan pabrik rumput laut diwilayah Sabu Timur. Pengolahan dan pengemasan gula lontar menjadi gula air, gula semut dan gula lempeng dalam kemasan yang layak pasar, pengolahan minyak kayu putih.  Pengembangan  pakan ternak dan bantuan seribu ekor sapi betina dan inseminasi buatan. Bantuan kambing etawah, ayam super harko.
“Semua program tersebut adalah usaha pemerintah bersama-sama dengan masyarakat untuk memaksa kemiskinan yang telah sekian lama beranak pinak di Sabu Raijua untuk segera keluar. Kita tidak mau ada tempat untuk kemiskinan bertahan apalagi bertahta di Sabu Raijua,” kata Marthen Dira Tome.

Tidak hanya itu, Tim Penggerak PKK sebagai Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan Kabupaten Sabu Raijua yang juga turut berperan penting dalam memberdayakan masyarakat khususnya keluarga, agar keluarga dapat hidup sejahtera, maju dan mandiri. Salah satu kegiatan yang dilakukan TP-PKK Kabupaten Sabu Raijua yang diketuai oleh Ny. Irna Dira Tome adalah dengan memanfaatkan dan megolah bahan pangan lokal yang ada  menjadi produk yang dapat dikonsumsi bahkan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ( keluarga ).

Tentunya untuk mengolah bahan-bahan pangan lokal tersebut dibutuhkan keterampilan yang memadai. Oleh karena itu, Tim Penggerak PKK Sabu Raijua sering melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan bagi masyarakat khususnya warga binaan yang ada di masing-masing  TP-PKK Kabupaten, TP-PKK Kecamatan maupun Kelurahan bahkan desa. 

Hal ini dimaksudkan agar keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan oleh masyarakat umumnya dan keluarga khususnya dalam mengolah bahan pangan lokal yang tersedia dengan begitu melimpahnya di Sabu Raijua guna memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, keterampilan yang diperoleh dapat dikembangkan untuk menciptakan lapangan kerja atau Industri Rumah Tangga yang dapat mengolah bahan pangan lokal menjadi produk-produk makanan maupun produk kerajinan yang dapat dipasarkan sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. 

Adapun bahan pangan lokal yang diolah adalah jagung, singkong, rumput laut, kacang, pisang, ikan, dan sebagainya. Pengolahan pangan lokal tersebut antara lain pengolahan mangga menjadi selai atau manisan, pengolahan rumput laut menjadi dodol, stick, pengolahan pisang dan singgkong menjadi keripik,ikan menjadi abon.

Seluruh olahan tersebut kemudian dikemas secara baik dan memikat sehingga memiliki daya saing dalam pemasarannya. Saat Produk olahan pangan lokal yang dikelola oleh TP-PKK Sabu Raijua tidak hanya dipasarkan di Sabu Raijua saja namun sudah dipasarkan juga di Kupang dan harapannya dapat dipasarkan di beberapa daerah lainnya. 

Berbicara masalah pangan lokal juga berbicara masalah Ketahanan Pangan yang merupakan salah satu tujuan pembangunan daerah Kabupaten Sabu Raijua. Ketahanan Pangan sendiri adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengaksesnya. Sebuah rumah tangga dikatakan memiliki ketahanan pangan jika penghuninya tidak berada dalam kondisi kelaparan atau dihantui ancaman kelaparan.dalam hal ini ketersediaan pangan merupakan kemampuan memiliki sejumlah pangan yang cukup untuk kebutuhan dasar serta mampu memanfaatkan bahan pangan dengan benar dan tepat secara proporsional.(joey rihi ga)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar