![]() |
| Marthen Dira Tome sedang berdiskusi dengan Masyarakat di Desa Raenalulu, Sabu Barat |
Hakikinya kedaulatan rakyat dalam hajatan politik adalah bebas
memilih siapa calon pemimpinnya secara independen tanpa ada intervensi dari
pihak manapun termasuk partai politik. Alasan inilah yang membuat Pasangan Marthen
Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke, atau
Paket Mandiri jili II memilih jalur perseorangan atau independen, yakni
mengembalikan kedaulatan yang seutuhnya kepada rakyat dalam menentukan calon
pemimpin di Sabu Raijua.
Buruknya
kinerja partai politik dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang cakap baik
di tingkat daerah maupun pusat
menyebabkan citra partai politik di mata rakyat semakin merosot. Rakyat tidak lagi percaya bahwa partai poitik
mampu memberikan solusi atas krisis kepemimpinan yang terjadi. Partai politik gagal melahirkan
pemimpin-peminpin yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat.
Sesuai
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah, maka calon
independen harus mendapatkan dukungan dalam bentuk Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dari masyarakat. Apakah Masyarakat Sabu Raijua masih menghendaki Marthen Dira
Tome dan Nikodemus Rihi Heke maju dalam Plikada Sabu Raijua nanti, tergantung
penuh pada dukungan masyarakat lewat KTP yang mereka berikan.
“Kami ingin
mengembalikan kedaulatan yang utuh ketangan rakyat sehingga mereka mendapatkan
kesempatan untuk memilih sendiri secara bebas tanpa intervensi siapa calon
pemimpinnya. Jika masyarakat masih menghendaki kami memimpin daerah ini, maka
syarat minimal yang ditetapkan oleh KPU bagi calon independen pasti terpenuhi,”
kata Marthen Dira Tome.
Paket Mandiri
telah membentuk Tim relawan dari tingkat Kabupaten, Kecamatan Hingga Desa dan
Dusun. Salah satu tugas dari tim adalah
mengumpulkan aspirasi dan dukungan dari masyarakat dalam bentuk KTP. “Rasa kecintaan kami terhadap kepemimpinan Pak
Marthen sehingga kami tidak pernah merasa lelah bekerja baik untuk mengumpulkan
KTP maupun membangun konsolidasi dengan masyarakat,” kata Yusuf Alboneh, salah
satu Tim Mandiri tingkat Kabupaten Kepada Seputar NTT.
Menurutnya,
Pilkada kali ini berbeda dengan saat pertama Paket Mandiri maju menjadi calon
Bupati dan Wakil Bupati kali lalu. Dengan memilih pintu indepen membuat tim
lebih banyak waktu berinteraksi dengan masyarakat sehingga bisa mengetahui
secara jelas dukungan dilapangan. Walaupun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa
lawan politik juga sudah bergerak sehingga banyak isu-isu negatif yang
dilontarkan untuk mempengaruhi dukungan masyarakat terhadap paket Mandiri.
“Banyak
dinamika yang terjadi dilapangan sehingga sehingga kami sebagai tim harus
memiliki strategi, terutama bagimana meluruskan isu-isu yang dilontarkan lawan
politik. Kami juga bisa mengetahui arus dukungan yang besar terhadap paket
Mandiri,” kata Aba Yusuf, sapaan akrab Yusuf Alboneh.
Disisi lain
dukungan masyarakat terhadap Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke tidak
bisa dibendung. Berbagai apresiasi serta alasan diungkapkan kenapa mereka harus
mendukung kembali pasangan ini untuk memimpin Sabu Raijua klima tahun kedepan.
Alasannya cukup sederhana, mereka talah melihat dengan mata kepala sendiri apa
yang dilakukan oleh Marthen Dira Tome dan pasangannya bagi perubahan hidup
masyarakat di Sabu Raijua.
“Kami siap
memberikan dukungan kepada bapak Marthen karena kami sudah merasakan perubahan
selama beliau memimpin kami di Sabu Raijua. Tidak bisa dipungkiri bagaimana
keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat” kata Daniel Lay Riwu,
Warga Desa Raemude, Kecamatan Sabu Barat kepada Seputar NTT.
Dia
mengatakan, dari pengalaman beberapa Pilkada di tanah air, banyak kader partai
yang akhirnya menggunakan kendaraan politik partai lain lantaran partai
politiknya mencalonkan kader lain. Hal ini menjadi semakin menarik ketika
dibolehkannya mencalonkan diri malalui jalur independen. Bagi yang memang
memiliki basis masa, tentu lebih merasa nyaman karena dapat langsung mengukur
kekuatan dukungan suara langsung dari para pendukungnya di saat mencari
dukungan dalam memenuhi syarat pendaftaran ke KPU.
Lain lagi
ungkapan hati dari Oktovianus Djara, Warga Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat.
Dia memiliki alasan lain kenapa harus mendukung Marthen Dira Tome untuk kembali
memimpin Sabu Raijua. Menurutnya, sebagai seorang petani, dia telah merasakan
apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam membantu mereka memperluas
lahan garapan dengan bantuan embung-embung dan peralatan pertanian lainnya
seperti motor air. Karena itu tidak ada alasan lain selain mendukung orang yang
benar-benar memperhatikan kehidupan masyarakat kecil.
“Saya jujur
sudah ada yang datang pengaruhi kami disini untuk mendukung calon lain. Saya
katakan kepada mereka biarpun kalian datang dengan uang ratusan juta saya tidak
mau karena uang itu akan habis saya makan, tapi dengan membantu kami agar terus
bertani lewat bantuan embung maka ini akan menjadi hidup kami selamanya. Karena
itu kami sudah berketetapan hati untuk mendukung paket Mandiri pada Pilkada
nati” ungkapnya.
Hal senada
juga disampaikan oleh Frans Wadu Netu, warga Desa Nadawawi, Kecamatan Sabu
Barat. Dia menilai, apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan membantu para
petani dengan berbagai bantuan baik peralatan pertanian maupun embung adalah
program yang sangat dinantikan oleh masyarakat.
“Hanya
pemimpin yang merakyat saja yang memulai pembangunan dengan memikirkan perut
rakyatnya. Pemimpin yang baik tidak akan berhenti berpikir jika rakyatnya tidak
cukup pangan dan itu dilakukan oleh Marthen Dira Tome. Kami menganggap dia
adalah pemimpin yang lahir dari rakyat maka dia sangat pantas untuk mendapatkan
dukungan penuh dari rakyat,” katanya.
Muhamad
Alboneh, mantan Anggota DPRD Sabu Raijua memiliki penilaian lain kenapa dia
harus mendukung paket Mandiri dalam Pilkada nanti. Selama menjadi wakil rakyat
lima tahun, dia sangat paham apa tujuan pembangunan yang dilakukan oleh Marthen
Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke
“Saya lima
tahun di DPRD dan tahu dengan benar apa yang dilakukan oleh Pak Bupati. Beliau
sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat sehingga beliau tidak takut ketika
harus berhadap – hadapan dengan DPRD. Sabu Raijua membutuhkan pemimpin yang
seperti beliau. Pribadi yang tegas demi kepentingan rakyat yang dipimpinnya,”
pungkas Hamad Alboneh.
Tidak hanya
mantan Anggota DPRD saja yang memiliki penilaian tersendiri terhadap
kepemimpinan Marthen Dira Tome. Mantan Kepala Desa Ramedue, Mikhael Hina Kanni
kepada tabloid Seputar NTT mengungkapkan, selama dirinya menjadi kepala Desa,
dia baru menemukan pemimpin yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat
tanpa pandang bulu.
“Pak Marthen
tidak pernah pilih kasih, apakah dulu mendukung beliau atau tidak dalam Pilkada
kali lalu, siapa saja rakyat yang membutuhkan bantuan pasti dibantu. Tidak
hanya itu, jika sudah berhubungan dengan kepentingan rakyat beliau tidak pernah
mundur sekalipun nanti imbasnya beliau akan dicaci maki oleh lawan politik,”
kisahnya.
Dari pendapat
masyarakat diatas sudah jelas tergambar bahwa mereka telah membuka pintu
independen untuk Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke dalam Pilkada 9
Desember 2015. Dukungan yang diberikan dengan penuh kesadaran sebagai rakyat
yang berdaulat tanpa dikangkangi oleh kepentingan partai tertentu. (joey rihi
ga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar