Kamis, 27 Agustus 2015

Membuka Pintu Indepen Untuk Mandiri


Marthen Dira Tome sedang berdiskusi dengan Masyarakat di Desa Raenalulu, Sabu Barat

Hakikinya kedaulatan rakyat dalam hajatan politik adalah bebas memilih siapa calon pemimpinnya secara independen tanpa ada intervensi dari pihak manapun termasuk partai politik. Alasan inilah yang membuat Pasangan Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke, atau  Paket Mandiri jili II memilih jalur perseorangan atau independen, yakni mengembalikan kedaulatan yang seutuhnya kepada rakyat dalam menentukan calon pemimpin di Sabu Raijua. 

Buruknya kinerja partai politik dalam melahirkan pemimpin-pemimpin yang cakap baik di  tingkat daerah maupun pusat menyebabkan citra partai politik di mata rakyat semakin merosot.  Rakyat tidak lagi percaya bahwa partai poitik mampu memberikan solusi atas krisis kepemimpinan  yang terjadi. Partai politik gagal melahirkan pemimpin-peminpin yang mampu membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat. 

Sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, tentang Pemerintah Daerah, maka calon independen harus mendapatkan dukungan dalam bentuk Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari masyarakat. Apakah Masyarakat Sabu Raijua masih menghendaki Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke maju dalam Plikada Sabu Raijua nanti, tergantung penuh pada dukungan masyarakat lewat KTP yang mereka berikan.   

“Kami ingin mengembalikan kedaulatan yang utuh ketangan rakyat sehingga mereka mendapatkan kesempatan untuk memilih sendiri secara bebas tanpa intervensi siapa calon pemimpinnya. Jika masyarakat masih menghendaki kami memimpin daerah ini, maka syarat minimal yang ditetapkan oleh KPU bagi calon independen pasti terpenuhi,” kata Marthen Dira Tome.

Paket Mandiri telah membentuk Tim relawan dari tingkat Kabupaten, Kecamatan Hingga Desa dan Dusun.  Salah satu tugas dari tim adalah mengumpulkan aspirasi dan dukungan dari masyarakat dalam bentuk KTP.  “Rasa kecintaan kami terhadap kepemimpinan Pak Marthen sehingga kami tidak pernah merasa lelah bekerja baik untuk mengumpulkan KTP maupun membangun konsolidasi dengan masyarakat,” kata Yusuf Alboneh, salah satu Tim Mandiri tingkat Kabupaten Kepada Seputar NTT.

Menurutnya, Pilkada kali ini berbeda dengan saat pertama Paket Mandiri maju menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati kali lalu. Dengan memilih pintu indepen membuat tim lebih banyak waktu berinteraksi dengan masyarakat sehingga bisa mengetahui secara jelas dukungan dilapangan. Walaupun demikian tidak bisa dipungkiri bahwa lawan politik juga sudah bergerak sehingga banyak isu-isu negatif yang dilontarkan untuk mempengaruhi dukungan masyarakat terhadap paket Mandiri.

“Banyak dinamika yang terjadi dilapangan sehingga sehingga kami sebagai tim harus memiliki strategi, terutama bagimana meluruskan isu-isu yang dilontarkan lawan politik. Kami juga bisa mengetahui arus dukungan yang besar terhadap paket Mandiri,” kata Aba Yusuf, sapaan akrab Yusuf Alboneh.

Disisi lain dukungan masyarakat terhadap Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke tidak bisa dibendung. Berbagai apresiasi serta alasan diungkapkan kenapa mereka harus mendukung kembali pasangan ini untuk memimpin Sabu Raijua klima tahun kedepan. Alasannya cukup sederhana, mereka talah melihat dengan mata kepala sendiri apa yang dilakukan oleh Marthen Dira Tome dan pasangannya bagi perubahan hidup masyarakat di Sabu Raijua.

“Kami siap memberikan dukungan kepada bapak Marthen karena kami sudah merasakan perubahan selama beliau memimpin kami di Sabu Raijua. Tidak bisa dipungkiri bagaimana keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan rakyat” kata Daniel Lay Riwu, Warga Desa Raemude, Kecamatan Sabu Barat kepada Seputar NTT.

Dia mengatakan, dari pengalaman beberapa Pilkada di tanah air, banyak kader partai yang akhirnya menggunakan kendaraan politik partai lain lantaran partai politiknya mencalonkan kader lain. Hal ini menjadi semakin menarik ketika dibolehkannya mencalonkan diri malalui jalur independen. Bagi yang memang memiliki basis masa, tentu lebih merasa nyaman karena dapat langsung mengukur kekuatan dukungan suara langsung dari para pendukungnya di saat mencari dukungan dalam memenuhi syarat pendaftaran ke KPU.

Lain lagi ungkapan hati dari Oktovianus Djara, Warga Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat. Dia memiliki alasan lain kenapa harus mendukung Marthen Dira Tome untuk kembali memimpin Sabu Raijua. Menurutnya, sebagai seorang petani, dia telah merasakan apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dalam membantu mereka memperluas lahan garapan dengan bantuan embung-embung dan peralatan pertanian lainnya seperti motor air. Karena itu tidak ada alasan lain selain mendukung orang yang benar-benar memperhatikan kehidupan masyarakat kecil.

“Saya jujur sudah ada yang datang pengaruhi kami disini untuk mendukung calon lain. Saya katakan kepada mereka biarpun kalian datang dengan uang ratusan juta saya tidak mau karena uang itu akan habis saya makan, tapi dengan membantu kami agar terus bertani lewat bantuan embung maka ini akan menjadi hidup kami selamanya. Karena itu kami sudah berketetapan hati untuk mendukung paket Mandiri pada Pilkada nati” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Frans Wadu Netu, warga Desa Nadawawi, Kecamatan Sabu Barat. Dia menilai, apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan membantu para petani dengan berbagai bantuan baik peralatan pertanian maupun embung adalah program yang sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Hanya pemimpin yang merakyat saja yang memulai pembangunan dengan memikirkan perut rakyatnya. Pemimpin yang baik tidak akan berhenti berpikir jika rakyatnya tidak cukup pangan dan itu dilakukan oleh Marthen Dira Tome. Kami menganggap dia adalah pemimpin yang lahir dari rakyat maka dia sangat pantas untuk mendapatkan dukungan penuh dari rakyat,” katanya.

Muhamad Alboneh, mantan Anggota DPRD Sabu Raijua memiliki penilaian lain kenapa dia harus mendukung paket Mandiri dalam Pilkada nanti. Selama menjadi wakil rakyat lima tahun, dia sangat paham apa tujuan pembangunan yang dilakukan oleh Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke
“Saya lima tahun di DPRD dan tahu dengan benar apa yang dilakukan oleh Pak Bupati. Beliau sangat peka terhadap kebutuhan masyarakat sehingga beliau tidak takut ketika harus berhadap – hadapan dengan DPRD. Sabu Raijua membutuhkan pemimpin yang seperti beliau. Pribadi yang tegas demi kepentingan rakyat yang dipimpinnya,” pungkas Hamad Alboneh.

Tidak hanya mantan Anggota DPRD saja yang memiliki penilaian tersendiri terhadap kepemimpinan Marthen Dira Tome. Mantan Kepala Desa Ramedue, Mikhael Hina Kanni kepada tabloid Seputar NTT mengungkapkan, selama dirinya menjadi kepala Desa, dia baru menemukan pemimpin yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat tanpa pandang bulu.

“Pak Marthen tidak pernah pilih kasih, apakah dulu mendukung beliau atau tidak dalam Pilkada kali lalu, siapa saja rakyat yang membutuhkan bantuan pasti dibantu. Tidak hanya itu, jika sudah berhubungan dengan kepentingan rakyat beliau tidak pernah mundur sekalipun nanti imbasnya beliau akan dicaci maki oleh lawan politik,” kisahnya.

Dari pendapat masyarakat diatas sudah jelas tergambar bahwa mereka telah membuka pintu independen untuk Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke dalam Pilkada 9 Desember 2015. Dukungan yang diberikan dengan penuh kesadaran sebagai rakyat yang berdaulat tanpa dikangkangi oleh kepentingan partai tertentu. (joey rihi ga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar