*Lebih
Dekat Dengan Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen Dira Tome*
Berusaha
Memberikan Yang Terbaik Bagi Sesama.
Berikan
kepada orang lain apa yang tidak dapat ditemukan ditempat lain, dan ia akan
tetap menghampiri anda. Kata-kata ini akan membawa kita lebih dekat dengan
sosok Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen Luther Dira Tome. Ketika ditemui Seputar NTT di Rumah Jabatan
Bupati Sabu Raijua di Jalan Tulaika Seba, Selasa 10 Maret 2015 lalu, pria kelahiran Sabu 21 juli 1964 ini berujar bahwa
apa yang terjadi dalam kehidupannya semata-mata karena Tuhan yang berkarya,
sehingga dia hanya mengikuti arus kehidupan layaknya air mengalir dan tetap
berbuat bagi sesama.
Sebagai
anak kandung dari rahim pulau Sabu, yang tali pusarnya terkubur disana, maka
kecintaannya terhadap Sabu Raijua telah dia tunjukkan sejak dirinya masih
menjadi seorang Mahasiswa di Fakultas Peternakan Undana Kupang. Bahkan ketika
dia sudah menjabat sebagai Kabid PLS Provinsi NTT, dimana belum ada mimpi bahwa
Sabu Raijua bakal menjadi sebuah kabupaten yang otonom, suamu dari Ny. Irna
Dira Tome ini telah mencurahkan segala daya upaya untuk membangun Sabu Raijua
melalui apa saja yang bisa dia perbuat demi kehidupan yang lebih baik bagi anak
suku dan keturunan leluhurnya.
Jauh
sebelum Marthen Dira Tome menjadi Bupati Sabu Raijua, dia telah memiliki angan
dan mimpi bahwa suatu kali kelak Sabu Raijua, akan tumbuh dan berkembang
laksana gadis perawan yang terbangun dari tidurnya ditengah Samudera Hindia. Sehingga kita dia mendapat legitimasi oleh
Rakyat Sabu Raijua untuk menjadi Bupati, dia langsung bergerak cepat. Dia
seperti takut kehilangan waktu yang begitu singkat untuk membangun Sabu Raijua
yang awalnya sangat tertinggal.
Memulai
karier PNS dari bawah telah membentuk Marthen Dira Tome menjadi pribadi yang
tegas, bersahaja dan bersahabat. Dia tidak segan untuk mengatakan tidak jika
ada kebenaran yang dinodai sehingga jangan heran kalau dia terkenal vokal
bahkan terkesan cukup berani sebagai seorang PNS waktu lalu. Demikian juga ketika
dia sudah menjadi Bupati, Karakternya tidak berubah, yang berubah hanya
kematangan jiwanya seiring perjalanan waktu.
Anak
keempat dari sembilan bersaudara pasangan Nicolas Dira Tome dan Welhelmina Dira
Tome - Wadu memulai perjalanan karier PNS pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)
sebagai pamong belajar di Kabupaten Ende. Dari sana dia merangkak masuk di
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ProvinsiNTT dan mendapatkan jabatan terakhir
sebagai Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Kabid PLS) Provinsi NTT sejak
2006 hingga September 2010.
Sebagai
orang nomor satu di PLS, Marthen Dira Tome tak lupa merajut kerjasama dan persahabatan
dengan semua pihak dipelbagai lini. Berbagai terobosan dia lakukan ketika menjabat
sebagai Kabid PLS sehingga tidak heran jika dia begitu dicintai warga belajar
di seantero bumi flobamora. Ditanya apa yang paling berkesan dalam sejarah
kariernya selama menjadi PNS, Matade
demikian dia biasa disapa mengisahkan, saat paling berkesan adalah ketika dia
harus berbeda pandangan dengan Gubernur NTT kala itu yakti Almarhum Piet A Talo.
Saat itu Piet Talo memberi nasehat tentang hakikinya sebuah kebenaran, dan
selalu jadikan kasut dalam menjalani kariernya hingga menanjak ke puncak
seperti saat ini.
"Waktu
itu beliau mengatakan kepada saya untuk tetap mempertahankan sebuah kebenaran,
sebab bagaimanapun orang berusaha menyembunyikan sebuah kebenaran maka ia akan tetap
muncul bersama jalannya sang waktu. Kata-kata Pak Piet Talo waktu itu telah
menjadi cambuk bagi saya " ujar Marthen menerawang.
Untuk
itu, jangan heran kalau Marthen Dira Tome sering dikatakan banyak orang sebagai
pribadi yang sombong, arogan dan berbagai julukan negatif lainnya. Bagi Marthen,
seorang staf yang loyal adalah orang yang mampu mengatakan tidak ketika seorang
pimpinan berujar salah dan bukan hanya mengangguk tapi mencibir di belakang.
Berbekal kecintaannya terhadap Sabu Raijua dia berikat pinggang untuk siap maju
bertarung menjadi orang nomor satu ditanah kelahirannya. Dia ingin Sabu Raijua menjadi
sebuah kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat sesuai visinya dalam membangun
Sabu Raijua.
"Saya
ingin masyarakat Sabu Raijua harus mampu berpikir lebih jauh melampaui apa yang
orang pikirkan dan mampu berbuat melampaui apa yang orang lain lakukan, itu
yang saya inginkan bagi masyarakat di Sabu Raijua. Jangan pernah bilang orang Sabu
Raijua tidak bisa, saya mau tegaskan disini bahwa orang Sabu Raijua juga bisa,
itu moto kita dalam membangun Sabu Raijua," Pungkas Marthen. (joey rihi
ga)
Biodata
Nama :Ir.
Marthen Luther Dira Tome
Ttl :Sabu,
21 Juli 1964
Istri :Ny.
Irna Dira Tome - Day
Anak-anak :Dhavid
Kristofel Dira Tome, Jordan Imanoel Dira Tome, Januartha Raja Dira Tome.
Pendidikan :TK
Dorkas Pedami, Seba
SDN
III, Seba
SMPN I, Seba
SMA Winirai, Seba
S1 Fakultas Peternakan Undana
Karier :1992
pamong belajar pada SKB Ende
1996 staf pada Bidang Dikmas pada Dinas
Pendidikan Provinsi NTT
2002 Kepala Seksi Pendidikan Berkelnjutan pada
Dinas Pendidikan Prov. NTT
2006 - 2010 Kepala Bidang
PLS Provinsi NTT
2011
– 2016 Bupati Sabu Raijua
*Lebih
Dekat Dengan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus N. Rihi Heke*
Berjuang
Bersama Rakyat Membangun Sabu Raijua
Siapa
yang pernah menyangka bahwa perjalanan hidupnya akan mencapai suatu puncak
tertentu dalam kehidupan ini. Demikian juga dengan apa yang dialami oleh Drs.
Nikodemus N. Rihi Heke, Msi. Pria kelahiran Kupang, 14 November 1962 yang kini menjadi
Wakil Bupati Sabu Raijua mendampingi Bupati Marthen Dira Tome. Dalam menjalani
karier sebagai seorang PNS, Nikodemus Rihi Heke selalu menjalaninya dengan
penuh tanggungjawab. Itulah mengapa berbagai jabatan karier pernah dia emban
selama menjalani karier sebagai PNS hingga menjadi Wakil Bupati Sabu Raijua
saat ini.
Walaupun
tidak lahir di Sabu Raijua, namun adat dan budaya Sabu tetap kental dalam
dirinya. Demikian juga dengan rasa cinta kepada tanah leluhurnya. Ketika Sabu Raijua
dipercayakan menjadi daerah otonom lewat undang-undang no 52 tahun 2008,
Maballa demikian Nikodemus akrab disapa, tidak pernah berpikir bahwa jalan
hidup akan mengatarkannya pada kursi nomer dua di kabupaten Sabu Raijua. Ketika
ditemui diruang kerjanya di kantor bupati Sabu Raijua baru-baru ini, Nikodemus
Rihi Heke mengungkapkan, apa yang telah dipercayakan rakyat kepadanya bersama
Bupati Marthen Dira Tome merupakan sebuah amanah yang harus ditindaklanjuti
dengan kerja keras.
Alumni
Fakultas Ilmu Adminstrasi Undana kupang ini mengatakan, untuk merubah sesuatu
maka harus lebih dulu merubah pola pikir dari masyarakat yang ada, sebab tanpa
merubah cara berpikir dan cara pandang masyarakat maka mustahil sesuatu yang
ingin dicapai itu akan segera berwujud. Hal ini juga berlaku dalam mengubah
Kabupaten Sabu Raijua kearah yang lebih baik dan sejahtera seiring statusnya
yang telah berubah. Dengan memberi pencerahan bahwa Sabu sudah berubah status
maka akan diikuti oleh pola hidup dan tangkah laku yang dulunya udik secara
perlahan berubah menjadi kota impian bagi setiap orang.
"Kita
diibaratkan sebagi seorang pemanah yang hendak membidik sebuah sasaran, sehingga
harus mengetahui bagimana busur itu diarahkan sehingga ketika anak panah
dilepas bisa mengenai sasaran yang dituju. Keahlian dan kemampuan yang dimiliki
oleh masing-masing personil di Sabu Raijua bisa diintrodusir melaui
kebijakan-kebikan yang berkelanjutan bagi perngembangan Sabu
kedepan,"ujarnya retoris.
Mantan
Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kupang ini mengatakan, ada tiga
program yang menjadi prioritas di Sabu Raijua yakni pendidikan, kesehatan dan
ekonomi. Dibidang kesehatan dia ingin agar angka kematian ibu dan anak yang
cukup besar di Sabu bisa dikurangi jumlahnya. Untuk itu, bagaimana lewat
program PKK mengajarkan para kader kader Posyandu yang tangguh dan terampil.
Selain itu bagimana meningkatkan status gisi keluarga dengan menggunakan
potensi pangan lokal yang memiliki nilai gisi yang cukup sehingga kesehatan
keluarga bisa terangkat.
Dibidang
pendidikan pemerintah ingin agar pendidikan anak usia dini menjadi prioritas
karena di Sabu Raijua banyak anak anak yang tidak tersentuh oleh pendidikan
usia dini. "Pendidikan
usia dini itu sangat penting karena pada masa itulah masa usia emas seorang
anak sehingga perlu dibekali dengan pendidikan yang benar sejak
dini,"ungkapnya.
Sementara
di bidang ekonomi dia berkeinginan bagimana wanita-wanita di Sabu Raijua mampu
mengolah potensi yang ada di Sabu Raijua, baik yang ada di darat maupun yang
ada di laut.
Suami
dari Dra. Marthina Raga Lay, m.si. mengatakan, pemerintah telah memiliki
sejumlah program yang sudah dilaksanakan. Bilang saja seperti menghijaukan Sabu
dengan program hutan rakyat mandiri, panen raya dimusim kemarau dengan sebutan
kebun rakyat mandiri. Ini telah diikuti dengan regulasi yang mengatur tentang
penertiban ternak sehingga masyarakat tidak seenaknya lagi melepas piaraan
mereka.
Pola
pikir dan paradigma lama yang masih mengental dalam kehidupan masyarakat harus menjadi perhatian pemerintah untuk
selalu memberikan pencerahan dan penjelasan kepada warga. "Dengan demikian
maka ketika mereka berpikir mereka sudah bukan lagi orang yang tertinggal maka
apa saja yang diinginkan pemerintah untuk mereka lakukan dalam menunjang
pembangunan, tidak akan menjadi kendala lagi. Untuk mengubah pola pikir
bukanlah hal yang gampang tapi juga bukan hal yang terlalu sulit jika ingin
melakukannya dengan sepenuh hati,"ujarnya.
Ayah
dari Arles Mariko, Ari Stiven dan Winny D.M. Rihi Heke menambahkan, yang sangat
diperlukan oleh orang sabu saat ini adalah semangat pengabdian yang tinggi dari
semua personil yang dipercayakan sebagai pemimpin diwilayah Sabu Raijua. Dengan
semangat pengabdian yang tinggi serta kerelaan hati yang iklas dalam mengabdi,
bisa merubah image Sabu yang ditakuti banyak orang bisa menjadi tempat yang
nyaman untuk didiami.
Menurutnya,
masyarakat tidak butuh yang macam-macam, mereka hanya membutuhkan keseriusan Pemerintah
dalam melihat dan memperbaiki kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kesehatan yang
baik, pendidikan yang baik serta ekonomi yang baik. Jika komponen ini telah
terpenuhi maka tinggal bagaimana Sabu Raijua dipoles sedemikan rupa dengan
kebijakan kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah, agar menjadi daerah yang
mampu menghidupi dirinya dengan potensi potensi yang selama ini belum
tersentuh.
"Tanggungjawab
ini tentu menjadi tanggungjawab kita semua tua muda harus bergerak bersama, bergandengan
tangan memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Sabu Raijua,"ujarnya.(joey
rihi ga)
Biodata
Nama :Drs.
Nikodemus N. Rihi Heke, Msi
Jabatan :Wakil
Bupati Sabu Raijua
Ttl :Kupang,
14 Nopember 1962
Istri :Dra.
Marthina Raga Lay, M.si
Anak-anak :Arles
Mariko Rihi Heke, Ari Stiven Rihi Heke, Winny D.M. Rihi Heke
Pendidikan :SDN
1 Fontein Kupang, tamat tahun 1974
SMPN I Kupang, tamat tahun 1977
SMA Palapa Kupang, tamat tahun 1981
S1 / FIA – Undana Kupang, tamat tahun 1985
S2 Universitas Padjadjaran ( Unpad ) Bandung,
tamat tahun 2002
Karier :Tahun
1989 CPNS Kabupaten Kupang
Tahun 1991 – 1992 : Kasubag Tatalaksana, Bagian Organisasi dan
Tatalaksana Setda Kabupaten Kupang.
Tahun 1992 – 2000 :
Camat Kupang Timur, Kabupaten Kupang
Tahun 2002 – 2006 :
Kabid Pemerintahan pada Badan Pengawas Kab. Kupang
Tahun 2006 – 2009 :
Kepala Bagian Organisasi pada Setda Kabupaten Kupang.
Tahun 2009 – Februari 2011: Inspektur Daerah
Kabupaten Sabu Raijua.
Tahun 2011 - 2016 :Wakil Bupati Sabu Raijua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar