Kamis, 27 Agustus 2015

Lebih Dekat Dengan Paket Mandiri



*Lebih Dekat Dengan Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen Dira Tome*
Berusaha Memberikan Yang Terbaik Bagi Sesama.
Berikan kepada orang lain apa yang tidak dapat ditemukan ditempat lain, dan ia akan tetap menghampiri anda. Kata-kata ini akan membawa kita lebih dekat dengan sosok Bupati Sabu Raijua, Ir. Marthen Luther Dira Tome.  Ketika ditemui Seputar NTT di Rumah Jabatan Bupati Sabu Raijua di Jalan Tulaika Seba, Selasa 10 Maret 2015 lalu,  pria kelahiran Sabu 21 juli 1964 ini berujar bahwa apa yang terjadi dalam kehidupannya semata-mata karena Tuhan yang berkarya, sehingga dia hanya mengikuti arus kehidupan layaknya air mengalir dan tetap berbuat bagi sesama.
Sebagai anak kandung dari rahim pulau Sabu, yang tali pusarnya terkubur disana, maka kecintaannya terhadap Sabu Raijua telah dia tunjukkan sejak dirinya masih menjadi seorang Mahasiswa di Fakultas Peternakan Undana Kupang. Bahkan ketika dia sudah menjabat sebagai Kabid PLS Provinsi NTT, dimana belum ada mimpi bahwa Sabu Raijua bakal menjadi sebuah kabupaten yang otonom, suamu dari Ny. Irna Dira Tome ini telah mencurahkan segala daya upaya untuk membangun Sabu Raijua melalui apa saja yang bisa dia perbuat demi kehidupan yang lebih baik bagi anak suku dan keturunan leluhurnya.
Jauh sebelum Marthen Dira Tome menjadi Bupati Sabu Raijua, dia telah memiliki angan dan mimpi bahwa suatu kali kelak Sabu Raijua, akan tumbuh dan berkembang laksana gadis perawan yang terbangun dari tidurnya ditengah Samudera Hindia.  Sehingga kita dia mendapat legitimasi oleh Rakyat Sabu Raijua untuk menjadi Bupati, dia langsung bergerak cepat. Dia seperti takut kehilangan waktu yang begitu singkat untuk membangun Sabu Raijua yang awalnya sangat tertinggal.
Memulai karier PNS dari bawah telah membentuk Marthen Dira Tome menjadi pribadi yang tegas, bersahaja dan bersahabat. Dia tidak segan untuk mengatakan tidak jika ada kebenaran yang dinodai sehingga jangan heran kalau dia terkenal vokal bahkan terkesan cukup berani sebagai seorang PNS waktu lalu. Demikian juga ketika dia sudah menjadi Bupati, Karakternya tidak berubah, yang berubah hanya kematangan jiwanya seiring perjalanan waktu.
Anak keempat dari sembilan bersaudara pasangan Nicolas Dira Tome dan Welhelmina Dira Tome - Wadu memulai perjalanan karier PNS pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) sebagai pamong belajar di Kabupaten Ende. Dari sana dia merangkak masuk di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ProvinsiNTT dan mendapatkan jabatan terakhir sebagai Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (Kabid PLS) Provinsi NTT sejak 2006 hingga September 2010.
Sebagai orang nomor satu di PLS, Marthen Dira Tome tak lupa merajut kerjasama dan persahabatan dengan semua pihak dipelbagai lini. Berbagai terobosan dia lakukan ketika menjabat sebagai Kabid PLS sehingga tidak heran jika dia begitu dicintai warga belajar di seantero bumi flobamora. Ditanya apa yang paling berkesan dalam sejarah kariernya selama menjadi PNS,  Matade demikian dia biasa disapa mengisahkan, saat paling berkesan adalah ketika dia harus berbeda pandangan dengan Gubernur NTT kala itu yakti Almarhum Piet A Talo. Saat itu Piet Talo memberi nasehat tentang hakikinya sebuah kebenaran, dan selalu jadikan kasut dalam menjalani kariernya hingga menanjak ke puncak seperti saat ini.
"Waktu itu beliau mengatakan kepada saya untuk tetap mempertahankan sebuah kebenaran, sebab bagaimanapun orang berusaha menyembunyikan sebuah kebenaran maka ia akan tetap muncul bersama jalannya sang waktu. Kata-kata Pak Piet Talo waktu itu telah menjadi cambuk bagi saya " ujar Marthen menerawang.
Untuk itu, jangan heran kalau Marthen Dira Tome sering dikatakan banyak orang sebagai pribadi yang sombong, arogan dan berbagai julukan negatif lainnya. Bagi Marthen, seorang staf yang loyal adalah orang yang mampu mengatakan tidak ketika seorang pimpinan berujar salah dan bukan hanya mengangguk tapi mencibir di belakang. Berbekal kecintaannya terhadap Sabu Raijua dia berikat pinggang untuk siap maju bertarung menjadi orang nomor satu ditanah kelahirannya. Dia ingin Sabu Raijua menjadi sebuah kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat sesuai visinya dalam membangun Sabu Raijua.
"Saya ingin masyarakat Sabu Raijua harus mampu berpikir lebih jauh melampaui apa yang orang pikirkan dan mampu berbuat melampaui apa yang orang lain lakukan, itu yang saya inginkan bagi masyarakat di Sabu Raijua. Jangan pernah bilang orang Sabu Raijua tidak bisa, saya mau tegaskan disini bahwa orang Sabu Raijua juga bisa, itu moto kita dalam membangun Sabu Raijua," Pungkas Marthen. (joey rihi ga)
Biodata
Nama               :Ir. Marthen Luther Dira Tome
Ttl                    :Sabu, 21 Juli 1964
Istri                  :Ny. Irna Dira Tome - Day
Anak-anak       :Dhavid Kristofel Dira Tome, Jordan Imanoel Dira Tome,  Januartha Raja Dira Tome.
Pendidikan      :TK Dorkas Pedami, Seba
                         SDN  III, Seba
                         SMPN I, Seba
                         SMA Winirai, Seba
                         S1 Fakultas Peternakan Undana
Karier              :1992 pamong belajar pada SKB Ende
                         1996 staf pada Bidang Dikmas pada Dinas Pendidikan Provinsi NTT
                         2002 Kepala Seksi Pendidikan Berkelnjutan pada Dinas Pendidikan Prov. NTT
                         2006 - 2010 Kepala Bidang PLS Provinsi NTT
                        2011 – 2016 Bupati Sabu Raijua
                       

*Lebih Dekat Dengan Wakil Bupati Sabu Raijua, Nikodemus N. Rihi Heke*
Berjuang Bersama Rakyat Membangun Sabu Raijua

Siapa yang pernah menyangka bahwa perjalanan hidupnya akan mencapai suatu puncak tertentu dalam kehidupan ini. Demikian juga dengan apa yang dialami oleh Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, Msi. Pria kelahiran Kupang, 14 November 1962 yang kini menjadi Wakil Bupati Sabu Raijua mendampingi Bupati Marthen Dira Tome. Dalam menjalani karier sebagai seorang PNS, Nikodemus Rihi Heke selalu menjalaninya dengan penuh tanggungjawab. Itulah mengapa berbagai jabatan karier pernah dia emban selama menjalani karier sebagai PNS hingga menjadi Wakil Bupati Sabu Raijua saat ini.
Walaupun tidak lahir di Sabu Raijua, namun adat dan budaya Sabu tetap kental dalam dirinya. Demikian juga dengan rasa cinta kepada tanah leluhurnya. Ketika Sabu Raijua dipercayakan menjadi daerah otonom lewat undang-undang no 52 tahun 2008, Maballa demikian Nikodemus akrab disapa, tidak pernah berpikir bahwa jalan hidup akan mengatarkannya pada kursi nomer dua di kabupaten Sabu Raijua. Ketika ditemui diruang kerjanya di kantor bupati Sabu Raijua baru-baru ini, Nikodemus Rihi Heke mengungkapkan, apa yang telah dipercayakan rakyat kepadanya bersama Bupati Marthen Dira Tome merupakan sebuah amanah yang harus ditindaklanjuti dengan kerja keras.
Alumni Fakultas Ilmu Adminstrasi Undana kupang ini mengatakan, untuk merubah sesuatu maka harus lebih dulu merubah pola pikir dari masyarakat yang ada, sebab tanpa merubah cara berpikir dan cara pandang masyarakat maka mustahil sesuatu yang ingin dicapai itu akan segera berwujud. Hal ini juga berlaku dalam mengubah Kabupaten Sabu Raijua kearah yang lebih baik dan sejahtera seiring statusnya yang telah berubah. Dengan memberi pencerahan bahwa Sabu sudah berubah status maka akan diikuti oleh pola hidup dan tangkah laku yang dulunya udik secara perlahan berubah menjadi kota impian bagi setiap orang.
"Kita diibaratkan sebagi seorang pemanah yang hendak membidik sebuah sasaran, sehingga harus mengetahui bagimana busur itu diarahkan sehingga ketika anak panah dilepas bisa mengenai sasaran yang dituju. Keahlian dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing personil di Sabu Raijua bisa diintrodusir melaui kebijakan-kebikan yang berkelanjutan bagi perngembangan Sabu kedepan,"ujarnya retoris.
Mantan Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Kupang ini mengatakan, ada tiga program yang menjadi prioritas di Sabu Raijua yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dibidang kesehatan dia ingin agar angka kematian ibu dan anak yang cukup besar di Sabu bisa dikurangi jumlahnya. Untuk itu, bagaimana lewat program PKK mengajarkan para kader kader Posyandu yang tangguh dan terampil. Selain itu bagimana meningkatkan status gisi keluarga dengan menggunakan potensi pangan lokal yang memiliki nilai gisi yang cukup sehingga kesehatan keluarga bisa terangkat.
Dibidang pendidikan pemerintah ingin agar pendidikan anak usia dini menjadi prioritas karena di Sabu Raijua banyak anak anak yang tidak tersentuh oleh pendidikan usia dini.                 "Pendidikan usia dini itu sangat penting karena pada masa itulah masa usia emas seorang anak sehingga perlu dibekali dengan pendidikan yang benar sejak dini,"ungkapnya.
Sementara di bidang ekonomi dia berkeinginan bagimana wanita-wanita di Sabu Raijua mampu mengolah potensi yang ada di Sabu Raijua, baik yang ada di darat maupun yang ada di laut.
Suami dari Dra. Marthina Raga Lay, m.si. mengatakan, pemerintah telah memiliki sejumlah program yang sudah dilaksanakan. Bilang saja seperti menghijaukan Sabu dengan program hutan rakyat mandiri, panen raya dimusim kemarau dengan sebutan kebun rakyat mandiri. Ini telah diikuti dengan regulasi yang mengatur tentang penertiban ternak sehingga masyarakat tidak seenaknya lagi melepas piaraan mereka.
Pola pikir dan paradigma lama yang masih mengental dalam kehidupan masyarakat  harus menjadi perhatian pemerintah untuk selalu memberikan pencerahan dan penjelasan kepada warga. "Dengan demikian maka ketika mereka berpikir mereka sudah bukan lagi orang yang tertinggal maka apa saja yang diinginkan pemerintah untuk mereka lakukan dalam menunjang pembangunan, tidak akan menjadi kendala lagi. Untuk mengubah pola pikir bukanlah hal yang gampang tapi juga bukan hal yang terlalu sulit jika ingin melakukannya dengan sepenuh hati,"ujarnya.
Ayah dari Arles Mariko, Ari Stiven dan Winny D.M. Rihi Heke menambahkan, yang sangat diperlukan oleh orang sabu saat ini adalah semangat pengabdian yang tinggi dari semua personil yang dipercayakan sebagai pemimpin diwilayah Sabu Raijua. Dengan semangat pengabdian yang tinggi serta kerelaan hati yang iklas dalam mengabdi, bisa merubah image Sabu yang ditakuti banyak orang bisa menjadi tempat yang nyaman untuk didiami.
Menurutnya, masyarakat tidak butuh yang macam-macam, mereka hanya membutuhkan keseriusan Pemerintah dalam melihat dan memperbaiki kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kesehatan yang baik, pendidikan yang baik serta ekonomi yang baik. Jika komponen ini telah terpenuhi maka tinggal bagaimana Sabu Raijua dipoles sedemikan rupa dengan kebijakan kebijakan yang di keluarkan oleh pemerintah, agar menjadi daerah yang mampu menghidupi dirinya dengan potensi potensi yang selama ini belum tersentuh.
"Tanggungjawab ini tentu menjadi tanggungjawab kita semua tua muda harus bergerak bersama, bergandengan tangan memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan Sabu Raijua,"ujarnya.(joey rihi ga)

Biodata
Nama               :Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, Msi
Jabatan                        :Wakil Bupati Sabu Raijua
Ttl                    :Kupang, 14 Nopember 1962
Istri                  :Dra. Marthina Raga Lay, M.si
Anak-anak       :Arles Mariko Rihi Heke,  Ari Stiven Rihi Heke,  Winny D.M. Rihi Heke
Pendidikan      :SDN 1 Fontein Kupang, tamat tahun  1974
                         SMPN I Kupang, tamat tahun  1977
                         SMA Palapa Kupang, tamat tahun  1981
                         S1 / FIA – Undana  Kupang, tamat tahun 1985
                         S2 Universitas Padjadjaran ( Unpad ) Bandung, tamat tahun 2002
Karier              :Tahun 1989 CPNS Kabupaten Kupang
                         Tahun 1991 – 1992  : Kasubag Tatalaksana, Bagian Organisasi dan Tatalaksana                              Setda   Kabupaten Kupang.
                         Tahun 1992 – 2000  :  Camat Kupang Timur, Kabupaten Kupang
                         Tahun 2002 – 2006  :  Kabid Pemerintahan pada Badan Pengawas Kab. Kupang
                         Tahun 2006 – 2009  :  Kepala Bagian Organisasi pada Setda Kabupaten Kupang.
                         Tahun 2009 – Februari 2011: Inspektur Daerah Kabupaten Sabu Raijua.
                         Tahun 2011 - 2016  :Wakil Bupati Sabu Raijua



Tidak ada komentar:

Posting Komentar