Kamis, 27 Agustus 2015

Pengakuan Mantan Rival Kepada Mandiri


Marthen Dira Tome sedang Panen Bawang bersama petani di Desa Raekore, Sabu Barat

Ketika bersaing dalam merebut kursi DH 1 Sabu Raijua pada tahun 2010 silam, ada tujuh pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang berusaha merebut hati masyarakat Sabu Raijua kala itu. Perang strategi dan program laksana medan laga kurusetra, bahkan aroma rivalitas diantara para kandidat berhembus cukup kencang. Saat pencoblosan, legitimasi rakyat jatuh ditangan pasangan Marthen Dira Tome dan Nikodemus rihi Heke yang dikenal dengan nama paket mandiri. 

Lalu bagimana tanggapan para rival pada Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke setelah mereka menahkodai Sabu Raijua selama 51 purnama? Salah satu rival kuat yakni Piet Djami Rebo, kepada Seputar NTT di Kupang mengatakan, apa yang dilakukan oleh Dira Tome – Rihi Heke di Sabu Raijua patut diberi apresiasi dan dukungan karena tidak bisa dipungkiri mereka telah mampu memberi bukti lewat berbagai pembangunan di Sabu Raijua.

“Mereka telah memberi bukti dan itu harus didukung oleh masyarakat. Indikator nya sangat jelas dan semua orang yang ada di Sabu Raijua tahu apa saja perubahan yang telah mereka torehkan di sana,” kata Djami Rebo.

Menurut Piet Djami Rebo, ada kesamaan tujuan yang ingin dilakukan di Sabu Raijua oleh dirinya dengan apa yang saat ini dilakukan oleh pasangan Mandiri. Salah satu contoh adalah bagimana melawan kekeringan yang menggerogoti wilayah itu dengan membangun banyak embung untuk pertanian sekaligus sebagai media penyimpanan air baku bagi masyarakat.

“Kalau mereka telah berbuat dan bekerja keras maka tidak ada alasan bagi kami untuk mengganggu mereka. Bagi saya tidak penting siapa yang melakukan pembangunan selagi kita memiliki tujuan yang sama yakni membuat perubahan di Sabu Raijua dan itu telah dibuktikan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat ini,” mantan Kepala Dinas PU NTT yang maju dengan nama Paket Mandiri kali lalu.

Ketika ditanya apakah dia akan bertarung kembali menjadi Bupati di Sabu Raijua? Piet Djami Rebo mengatakan, tidak Perlu menjadi pemimpin untuk berbuat bagi kemajuan Sabu Raijua. “Tidak harus menjadi Bupati untuk membangun Sabu Raijua. Kita harus tahu bahwa Sabu Raijua memiliki banyak kader yang layak menjadi pemimpin. Lalu kalau saat ini ada yang lebih baik dan telah membuktikan kemampuannya dalam membangun Sabu maka kenapa kita tidak mendukung dan memberi mereka kesempatan lagi,” Djami Rebo.

Hal senada juga terlontar dari mulut salah satu kandidat Calon Bupati Sabu Raijua, Simon Riwu Kaho. Dia mengakui bahwa sempat tidak percaya dengan kedua orang muda yang menjadi rival nya kala itu. Namun seiring waktu dengan berbagai bukti pembangunan yang saat ini dilakukan oleh Dira Tome – Rihi Heke maka dirinta memberi apresiasi yang setinggi-tingginya.

“Saya memang tidak pernah lagi turun ke Sabu sejak Pilkada lalu, tapi saya memantau perkembangan sabu lewat media maupun penuturan dari anak-anak dan saudara yang pergi ke Sabu. Dari apa yang mereka ceritakan kepada saya, bisa diketahui ada perubahan di Sabu terutama bagimana pemerintah melakukan terobosan untuk meningatkan ekonomi dan pangan masyarakat,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sebagai orang yang selama ini berkecimpung di dunia pendidikan NTT, maka program peningakatan pendidikan oleh pemerintah Kabupaten Sabu Raijua sangat tepat dengan mendatangkan para ahli untuk mengajar para guru. Indikatornya jelas kata Riwu Kaho, bisa terlihat dari prosesntase kelulusan yang terus mengalami peningatakan dan nilai UN yang semakin tinggi.
“Artinya, kalau pendidikan tidak diurus secara baik maka tidak aka nada peningkatan yang signifikan. Usaha pemerintah untuk mendekatkan pendidikan bagi anak-anak di Sabu Raijua dengan mendirikan Akademi merupakan langkah cerdas dan patut didukung,” kata Riwu Kaho.

Sementara Bernad Tanya, salah satu kandidiat calon Bupati pada Pilkada lalu mengatakan, pemerintah saat ini yang digawangi oleh paket mandiri telah melakukan berbagi terobosan pembangunan walaupun belum maksimal sesuai ekspektasi banyak orang. Menurut Bernad, sesuatu yang lumrah dalam politik jika ada pihak yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah. Untuk itu Pemerintah harus mampu menjelaskan kepada masyarakat apa saja prioritas pembangunan yang dilakukan selama ini.

“Saya lihat pemerintah sudah bekerja keras, lalu kalau ada yang tidak puas itu hal biasa dalam politik. Tugas pemerintah menjelaskan itu. Misalnya kalau pemerintah sekarang punya tiga misi pembangunan yakni peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan, maka itu yang dinilai. Bukan lalu menilai dari sisi lain seperti ifrakstruktur, karna memang yang mereka genjot adalah tiga bidang itu tadi. Menjadi tidak seimbang jika orang menilai pembangunan hanya dari sisi infrastruktur seperti jalan padahal itu hanya bagian kesekian dari tujuan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah,” papar Bernad. 

Bernad Tanya berharap agar Bupati kedepan harus lebih akomodatif terhadap berbagi masukan berbagi pihak baik yang ada di Sabu maupun yang ada diluar Sabu. Hal ini perlu dilakukan supaya bisa melakukan pembangunan yang akseleratif. Dia menambahkan, banyak sekali orang Sabu yang ada diluar yang memiliki kemampuan sehingga kalau bisa disatukan maka akan member sumbangsih yang besar bagi pembangunan di Sabu Raijua.

“Sabu Raijua memiliki banyak potensi yang belum dijamah. Saya melihat pemerintah sudah mulai mengelola potensi tersebut. Seperti potensi garam misalnya, itu sudah dimulai, atau potensi rumput laut. Kalau potensi kelautan ini dikelola secara baik maka akan memberi dampak yang besar bagi peningkatan PAD yang akan bermuara pada pembangunan di Sabu Raijua,” ungkapnya.

Ditanya apakah akan maju dalam perhelatan politik di Sabu Raijua? Bernad Tanya mengaku tidak akan maju. “Untuk posisi sekarang saya tidak maju, kalaupun ada sesuatu yang genting dan memaksa saya untuk maju, maka akan saya pertimbangkan lagi. Buat apa kita maju kalau pemerintah sekarang sudah bekerja maksimal,” pungkasnya. 

Sementara calon Bupati yang maju kala itu Dominggus Jusuf Lado yang akrab disapa Don Lado mengatakan, yang paling berhak menilai kinerja pemerintahan saat ini adalah masyarakat Sabu Raijua sendiri. Walaupun demikian, sebagai Wakil Ketua DPRD periode 2009-2014 Don Lado tidak menafikan bahwa Paket Mandiri telah berbuat bagi masyarakat Sabu Raijua.

“Kalau hendak melihat kinerja pemerintahan sekarang, saya pikir masyarakat yang lebih tahu. Tapi saya juga bisa menilai bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pak Marthen dan Pak Nikodemus saat ini sudah menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau ada yang menilai lain, itu karena beda sudut pandang saja. Kalau saya selalu objektif dalam menilai. Kalau berhasil saya bilang berhasil, kalau tidak saya katakana tidak,” ujarnya.

Ditanya apakah nanti akan maju lagi dalam perhelatan politik di Kabupaten Sabu Raijua pada 9 Desember mendatang, Don Lado masih gamang untuk menjawabnya. “Untuk saat ini saya belum berpikr untuk maju, namun sebagai seorang politisi, selagi masih ada kesempatan segala sesuatu bisa saja terjadi,” pungkasnya. (joey rihi ga)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar