![]() |
| Marthen Dira Tome sedang Panen Bawang bersama petani di Desa Raekore, Sabu Barat |
Ketika bersaing dalam merebut kursi DH 1 Sabu Raijua pada tahun 2010
silam, ada tujuh pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang berusaha
merebut hati masyarakat Sabu Raijua kala itu. Perang strategi dan program
laksana medan laga kurusetra, bahkan aroma rivalitas diantara para kandidat
berhembus cukup kencang. Saat pencoblosan, legitimasi rakyat jatuh ditangan
pasangan Marthen Dira Tome dan Nikodemus rihi Heke yang dikenal dengan nama
paket mandiri.
Lalu bagimana
tanggapan para rival pada Marthen Dira Tome dan Nikodemus Rihi Heke setelah
mereka menahkodai Sabu Raijua selama 51 purnama? Salah satu rival kuat yakni
Piet Djami Rebo, kepada Seputar NTT di Kupang mengatakan, apa yang dilakukan
oleh Dira Tome – Rihi Heke di Sabu Raijua patut diberi apresiasi dan dukungan
karena tidak bisa dipungkiri mereka telah mampu memberi bukti lewat berbagai
pembangunan di Sabu Raijua.
“Mereka telah
memberi bukti dan itu harus didukung oleh masyarakat. Indikator nya sangat
jelas dan semua orang yang ada di Sabu Raijua tahu apa saja perubahan yang
telah mereka torehkan di sana,” kata Djami Rebo.
Menurut Piet
Djami Rebo, ada kesamaan tujuan yang ingin dilakukan di Sabu Raijua oleh
dirinya dengan apa yang saat ini dilakukan oleh pasangan Mandiri. Salah satu
contoh adalah bagimana melawan kekeringan yang menggerogoti wilayah itu dengan
membangun banyak embung untuk pertanian sekaligus sebagai media penyimpanan air
baku bagi masyarakat.
“Kalau mereka
telah berbuat dan bekerja keras maka tidak ada alasan bagi kami untuk
mengganggu mereka. Bagi saya tidak penting siapa yang melakukan pembangunan
selagi kita memiliki tujuan yang sama yakni membuat perubahan di Sabu Raijua
dan itu telah dibuktikan oleh Bupati dan Wakil Bupati saat ini,” mantan Kepala
Dinas PU NTT yang maju dengan nama Paket Mandiri kali lalu.
Ketika
ditanya apakah dia akan bertarung kembali menjadi Bupati di Sabu Raijua? Piet
Djami Rebo mengatakan, tidak Perlu menjadi pemimpin untuk berbuat bagi kemajuan
Sabu Raijua. “Tidak harus menjadi Bupati untuk membangun Sabu Raijua. Kita
harus tahu bahwa Sabu Raijua memiliki banyak kader yang layak menjadi pemimpin.
Lalu kalau saat ini ada yang lebih baik dan telah membuktikan kemampuannya
dalam membangun Sabu maka kenapa kita tidak mendukung dan memberi mereka
kesempatan lagi,” Djami Rebo.
Hal senada
juga terlontar dari mulut salah satu kandidat Calon Bupati Sabu Raijua, Simon
Riwu Kaho. Dia mengakui bahwa sempat tidak percaya dengan kedua orang muda yang
menjadi rival nya kala itu. Namun seiring waktu dengan berbagai bukti
pembangunan yang saat ini dilakukan oleh Dira Tome – Rihi Heke maka dirinta
memberi apresiasi yang setinggi-tingginya.
“Saya memang
tidak pernah lagi turun ke Sabu sejak Pilkada lalu, tapi saya memantau perkembangan
sabu lewat media maupun penuturan dari anak-anak dan saudara yang pergi ke
Sabu. Dari apa yang mereka ceritakan kepada saya, bisa diketahui ada perubahan
di Sabu terutama bagimana pemerintah melakukan terobosan untuk meningatkan
ekonomi dan pangan masyarakat,” ungkapnya.
Dia
mengatakan, sebagai orang yang selama ini berkecimpung di dunia pendidikan NTT,
maka program peningakatan pendidikan oleh pemerintah Kabupaten Sabu Raijua
sangat tepat dengan mendatangkan para ahli untuk mengajar para guru. Indikatornya
jelas kata Riwu Kaho, bisa terlihat dari prosesntase kelulusan yang terus
mengalami peningatakan dan nilai UN yang semakin tinggi.
“Artinya,
kalau pendidikan tidak diurus secara baik maka tidak aka nada peningkatan yang
signifikan. Usaha pemerintah untuk mendekatkan pendidikan bagi anak-anak di
Sabu Raijua dengan mendirikan Akademi merupakan langkah cerdas dan patut
didukung,” kata Riwu Kaho.
Sementara
Bernad Tanya, salah satu kandidiat calon Bupati pada Pilkada lalu mengatakan,
pemerintah saat ini yang digawangi oleh paket mandiri telah melakukan berbagi
terobosan pembangunan walaupun belum maksimal sesuai ekspektasi banyak orang.
Menurut Bernad, sesuatu yang lumrah dalam politik jika ada pihak yang merasa
tidak puas dengan kinerja pemerintah. Untuk itu Pemerintah harus mampu
menjelaskan kepada masyarakat apa saja prioritas pembangunan yang dilakukan
selama ini.
“Saya lihat
pemerintah sudah bekerja keras, lalu kalau ada yang tidak puas itu hal biasa
dalam politik. Tugas pemerintah menjelaskan itu. Misalnya kalau pemerintah
sekarang punya tiga misi pembangunan yakni peningkatan ekonomi, pendidikan dan
kesehatan, maka itu yang dinilai. Bukan lalu menilai dari sisi lain seperti
ifrakstruktur, karna memang yang mereka genjot adalah tiga bidang itu tadi. Menjadi
tidak seimbang jika orang menilai pembangunan hanya dari sisi infrastruktur
seperti jalan padahal itu hanya bagian kesekian dari tujuan pembangunan yang
dilakukan oleh pemerintah,” papar Bernad.
Bernad Tanya
berharap agar Bupati kedepan harus lebih akomodatif terhadap berbagi masukan
berbagi pihak baik yang ada di Sabu maupun yang ada diluar Sabu. Hal ini perlu
dilakukan supaya bisa melakukan pembangunan yang akseleratif. Dia menambahkan,
banyak sekali orang Sabu yang ada diluar yang memiliki kemampuan sehingga kalau
bisa disatukan maka akan member sumbangsih yang besar bagi pembangunan di Sabu
Raijua.
“Sabu Raijua
memiliki banyak potensi yang belum dijamah. Saya melihat pemerintah sudah mulai
mengelola potensi tersebut. Seperti potensi garam misalnya, itu sudah dimulai,
atau potensi rumput laut. Kalau potensi kelautan ini dikelola secara baik maka
akan memberi dampak yang besar bagi peningkatan PAD yang akan bermuara pada
pembangunan di Sabu Raijua,” ungkapnya.
Ditanya
apakah akan maju dalam perhelatan politik di Sabu Raijua? Bernad Tanya mengaku
tidak akan maju. “Untuk posisi sekarang saya tidak maju, kalaupun ada sesuatu
yang genting dan memaksa saya untuk maju, maka akan saya pertimbangkan lagi.
Buat apa kita maju kalau pemerintah sekarang sudah bekerja maksimal,”
pungkasnya.
Sementara calon
Bupati yang maju kala itu Dominggus Jusuf Lado yang akrab disapa Don Lado
mengatakan, yang paling berhak menilai kinerja pemerintahan saat ini adalah
masyarakat Sabu Raijua sendiri. Walaupun demikian, sebagai Wakil Ketua DPRD
periode 2009-2014 Don Lado tidak menafikan bahwa Paket Mandiri telah berbuat
bagi masyarakat Sabu Raijua.
“Kalau hendak
melihat kinerja pemerintahan sekarang, saya pikir masyarakat yang lebih tahu.
Tapi saya juga bisa menilai bahwa pembangunan yang dilakukan oleh Pak Marthen
dan Pak Nikodemus saat ini sudah menjawab kebutuhan masyarakat. Kalau ada yang
menilai lain, itu karena beda sudut pandang saja. Kalau saya selalu objektif
dalam menilai. Kalau berhasil saya bilang berhasil, kalau tidak saya katakana
tidak,” ujarnya.
Ditanya
apakah nanti akan maju lagi dalam perhelatan politik di Kabupaten Sabu Raijua
pada 9 Desember mendatang, Don Lado masih gamang untuk menjawabnya. “Untuk saat
ini saya belum berpikr untuk maju, namun sebagai seorang politisi, selagi masih
ada kesempatan segala sesuatu bisa saja terjadi,” pungkasnya. (joey rihi ga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar