![]() |
| Jalan Trans Seba Bolou di Desa Menia Sabu Barat |
Saat ini, Kabupaten Sabu Raijua seperti sedang berbenah dan menghias
diri. Jalan Trans Seba-Bolou sedang diperlebar maupun di hotmix. Begitu juga
kearah barat menuju Mehara, kondisinya sama, sedang diperlebar. Jalan-jalan
Kabupaten juga tak ketinggalan, saat ini sementara dibangun oleh pemerintah. Di
Kecamatan Liae dan Sabu Tengah, jalan-jalan alternatif sedang di aspal
sekaligus diperlebar
Salah satu
Indikator yang dinilai oleh orang luar yang berkunjung ke Sabu Raijua dan
masyarakat yang menetap di Sabu adalah pembangunan jalan yang tak kunjung
dilakukan leh Pemerintah. Mereka menghendaki agar semua jalan di Sabu Raijua
licin seperti di kota-kota besar. Mereka lupa untuk berpikir mengenai dana
untuk membuat jalan-jalan menjadi licin dan mulus. Mereka juga tidak tahu bahwa
status sebuah jalan akan menentukan darimana sumber dana pembangunanya.
Misalnya jika jalan Negara maka beban biaya ada di pusat lewat APBN. Jalan
provinsi menjadi kewenangan Provinsi dalam membiayai pembangunan lewat APBD I
dan jalan Kabupaten adalah tanggungjawab pemerintah kabupaten setempat.
Disisi lain,
mereka lupa bahwa jalan adalah infrastuktur yang artinya sarana penunjang. Jika
penunjang maka bukan priritas utama. Jika menilik 8 misi Pemerintah Kbaupaten
Sabu Raijua maka pembangunan jalan berada pada urutan ke-6. Pada awal
pememerintahan Marthen Dira Tome – Nikodemus Rihi Heke, hal yang menjadi
prioritas bagi mereka adalah memastikan rakyatnya tidak lapar. Itulah kenapa
mereka berjalan dari satu desa ke desa yang lain untuk mengajak masyarakat
menanam tidak hanya pada musim hujan tapi juga pada musim kemarau lewat program
kebun rakyat Mandiri.
“Ketika
memimpin daerah ini, yang pertama- kami lakukan adalah memastikan bahwa
masyarakat tidak lapar sehingga program yang menunjang ketahanan pangan
masyarakat menjadi prioritas. Pembangunan jalan bukan tidak penting tapi bukan
yang utama. Jika semua anggaran di arahkan untuk pembanguan jalan maka dalam
tempo tiga tahun semua jalan bisa dibangun. Yang jadi persoalan jika rakyat
yang lapar berjalan dijalan mulus, mereka bisa saja jatuh karena perut mereka
kosong,” kata Marthen Dira Tome ketika berbincang mengenai program prioritasnya
di Sabu Raijua.
Jika mengukur
keberhasilan pemerintah hanya dengan panjangnya ruas jalan yang sudah di hot
mix maka bisa jadi benar apa yang menjadi penilaian rang selama ini bahwa tidak
ada pembangunan di Sabu Raijua. Sebab yang mereka lihat hanya kondisi jalan
yang belum sama dengan kota-kota lain tempat mereka merantau. Mereka lupa
mengukur usia sebuah kabupaten dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan.
Contoh saja, Kota Kupang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk jalan-jalannya
menjadi licin seperti saat ini. Sesuatu yang tidak sebanding dengan Kabupaten Sabu
Raijua yang baru lahir kemarin sore dalam kondisi yang miskin pula.
Namun apa
yang menjadi harapan banyak orang agar pemerintah segera membangun jalan-jalan
di Sabu Raijua, mulai terjawab pada tahun 2015 ini. Hampir semua kondisi jalan
di Sabu Raijua, apakah jalan startegis nasinal yakni yang menghubungkan
Seba-Bolou, Jalan provinsi yang menghubungkan Seba-Mehara dan Jalan Lingkar
luar atau ring road di Liae serta jalan alternative di Sabu Tengah semua nya
sedang dibangun.
“Dengan
kondisi keuangan yang pas-pasan maka kita harus menentukan skala priritas dalam
pembangunan. Pertama-tama kita benahi dulu, jalan-jalan yang ada dalam Kota
Seba. Lalu kita mulai membangunan menuju pusat pemerintahan di Menia. Kenapa
dimulai dari Ibu Kota, karena itulah wajah kita yang pertama akan dilihat oleh
orang yang berkunjung kesini. Nah pada tahun ini kita lakukan pelebaran jalan
secara besar-besaran, baik itu yang menuju Sabu Timur maupun yang menuju
Mehara,” ungkap Marthen Dira Tome.
Pantauan
Seputar NTT di Sabu Raijua, jalan protokol dari Menia menuju Sabu Timur sudah
diperlebar 12 meter. Akibat dari pelebaran ini, banyak pagar, pekerangan bahkan
kios tempat berjualan milik masyarakat harus tergusur. Mereka seperti ikhlas
dan merelakannya demi pembangunan di Sabu Raijua. Demikian juga kondisi jalan
yang menuju Mehara, banyak juga pekerangan warga yang harus dikorbankan untuk
pelebaran jalan.
Kepala Dinas
Pekerjaan Umum (PU) Lay Rohi mengakui bahwa saat ini proyek pembangunan jalan
sedang dilaksanakan di Sabu Raijua. Ada pekerjaan pengaspalan dan hot mix, ada
juga pekerjaan untuk pelebaran jalan. Hampir semua jalan yang dulunya berkelok
dan sempit sehingga sering terjadi kecelakaan lalulintas, sudah diperlebar.
“Jadi dalam pelebaran ini, jalan yang berkelok, kita potng supaya lurus. Banyak
pagar maupun pekarangan yang habis. Ada juga beberapa kios yang harus di gusur
karena lebar jalannya menjadi 12 meter.” ungkap Lay Rohi.
Diakui Lay
Rohi bahwa berbagai kendala sering muncul dilapangan, tapi hal itu tak
menyurutkan semangat dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua.
Dia mencntohkan, ketika hendak melakukan pelebaran jalan, pihaknya merangkul
semua aparat baik camat, lurah maupun kepala desa untuk melakukan pendekatan
dengan masyarakat yang lahan atau pekarangannya terkena pelebaran jalan.
“Pak bupati
juga selalu bersama-sama dengan kami menemui masyarakat. Beliau jalan dari
rumah ke rumah untuk menemui warga. Inilah yang menjadi motivasi yang kuat bagi
kami dalam bekerja. Pak bupati tidak pernah melepas kami berjalan sendiri,
beliau selalu berusaha untuk bersama-sama ketika melakukan pendekatan kepada
masyarakat,” kisahnya.
Tidak hanya
pelebaran jalan yang sedang dibangun saat ini di Sabu Raijua, pada tahun 2015
pemerintah juga membangunan taman kta di Seba yang letaknya berdekatan dengan
Pantai Napae dan Pos militer. Taman kota ini diharapkan akan menjadi sentral
bagi masyarakat untuk meinikmati keindahan pulau Sabu. “Disitu nanti ada
bundaran dan kita pasang air mancur. Di sebelahnya kita akan bangun miniature
pulau Sabu dan Raijua sehingga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat,” ungkap
Lay.
Selain itu,
ada juga pembangunan taman doa bagi masyarakat. Dalam taman doa ini akan
dibangun patung Tuhan Yesus setinggi 30 meter. Taman ini juga diharapkan akan
menjadi tujuan wisata rohani bagi masyarakat. “Disitu kita akan bangun gedung
lantai tiga dan diatasnya ada Patung Tuhan Yesus. Tinggi keseluruhan dari
patung tersebut adalah 30 meter. Didalam geungnya kita siapkan tempat berdoa
khusus, ada juga aula seba guna dan kita lengkapi dengan sarana internet,”
papar Lay Rohi. (joey rihi ga)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar