Kamis, 27 Agustus 2015

Pembangunan Jalan Menggeliat di Tahun 2015


Jalan Trans Seba Bolou di Desa Menia Sabu Barat

Saat ini, Kabupaten Sabu Raijua seperti sedang berbenah dan menghias diri. Jalan Trans Seba-Bolou sedang diperlebar maupun di hotmix. Begitu juga kearah barat menuju Mehara, kondisinya sama, sedang diperlebar. Jalan-jalan Kabupaten juga tak ketinggalan, saat ini sementara dibangun oleh pemerintah. Di Kecamatan Liae dan Sabu Tengah, jalan-jalan alternatif sedang di aspal sekaligus diperlebar

Salah satu Indikator yang dinilai oleh orang luar yang berkunjung ke Sabu Raijua dan masyarakat yang menetap di Sabu adalah pembangunan jalan yang tak kunjung dilakukan leh Pemerintah. Mereka menghendaki agar semua jalan di Sabu Raijua licin seperti di kota-kota besar. Mereka lupa untuk berpikir mengenai dana untuk membuat jalan-jalan menjadi licin dan mulus. Mereka juga tidak tahu bahwa status sebuah jalan akan menentukan darimana sumber dana pembangunanya. Misalnya jika jalan Negara maka beban biaya ada di pusat lewat APBN. Jalan provinsi menjadi kewenangan Provinsi dalam membiayai pembangunan lewat APBD I dan jalan Kabupaten adalah tanggungjawab pemerintah kabupaten setempat.

Disisi lain, mereka lupa bahwa jalan adalah infrastuktur yang artinya sarana penunjang. Jika penunjang maka bukan priritas utama. Jika menilik 8 misi Pemerintah Kbaupaten Sabu Raijua maka pembangunan jalan berada pada urutan ke-6. Pada awal pememerintahan Marthen Dira Tome – Nikodemus Rihi Heke, hal yang menjadi prioritas bagi mereka adalah memastikan rakyatnya tidak lapar. Itulah kenapa mereka berjalan dari satu desa ke desa yang lain untuk mengajak masyarakat menanam tidak hanya pada musim hujan tapi juga pada musim kemarau lewat program kebun rakyat Mandiri. 

“Ketika memimpin daerah ini, yang pertama- kami lakukan adalah memastikan bahwa masyarakat tidak lapar sehingga program yang menunjang ketahanan pangan masyarakat menjadi prioritas. Pembangunan jalan bukan tidak penting tapi bukan yang utama. Jika semua anggaran di arahkan untuk pembanguan jalan maka dalam tempo tiga tahun semua jalan bisa dibangun. Yang jadi persoalan jika rakyat yang lapar berjalan dijalan mulus, mereka bisa saja jatuh karena perut mereka kosong,” kata Marthen Dira Tome ketika berbincang mengenai program prioritasnya di Sabu Raijua. 

Jika mengukur keberhasilan pemerintah hanya dengan panjangnya ruas jalan yang sudah di hot mix maka bisa jadi benar apa yang menjadi penilaian rang selama ini bahwa tidak ada pembangunan di Sabu Raijua. Sebab yang mereka lihat hanya kondisi jalan yang belum sama dengan kota-kota lain tempat mereka merantau. Mereka lupa mengukur usia sebuah kabupaten dengan pembangunan infrastruktur yang dilakukan. Contoh saja, Kota Kupang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk jalan-jalannya menjadi licin seperti saat ini. Sesuatu yang tidak sebanding dengan Kabupaten Sabu Raijua yang baru lahir kemarin sore dalam kondisi yang miskin pula.

Namun apa yang menjadi harapan banyak orang agar pemerintah segera membangun jalan-jalan di Sabu Raijua, mulai terjawab pada tahun 2015 ini. Hampir semua kondisi jalan di Sabu Raijua, apakah jalan startegis nasinal yakni yang menghubungkan Seba-Bolou, Jalan provinsi yang menghubungkan Seba-Mehara dan Jalan Lingkar luar atau ring road di Liae serta jalan alternative di Sabu Tengah semua nya sedang dibangun.

“Dengan kondisi keuangan yang pas-pasan maka kita harus menentukan skala priritas dalam pembangunan. Pertama-tama kita benahi dulu, jalan-jalan yang ada dalam Kota Seba. Lalu kita mulai membangunan menuju pusat pemerintahan di Menia. Kenapa dimulai dari Ibu Kota, karena itulah wajah kita yang pertama akan dilihat oleh orang yang berkunjung kesini. Nah pada tahun ini kita lakukan pelebaran jalan secara besar-besaran, baik itu yang menuju Sabu Timur maupun yang menuju Mehara,” ungkap Marthen Dira Tome.

Pantauan Seputar NTT di Sabu Raijua, jalan protokol dari Menia menuju Sabu Timur sudah diperlebar 12 meter. Akibat dari pelebaran ini, banyak pagar, pekerangan bahkan kios tempat berjualan milik masyarakat harus tergusur. Mereka seperti ikhlas dan merelakannya demi pembangunan di Sabu Raijua. Demikian juga kondisi jalan yang menuju Mehara, banyak juga pekerangan warga yang harus dikorbankan untuk pelebaran jalan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lay Rohi mengakui bahwa saat ini proyek pembangunan jalan sedang dilaksanakan di Sabu Raijua. Ada pekerjaan pengaspalan dan hot mix, ada juga pekerjaan untuk pelebaran jalan. Hampir semua jalan yang dulunya berkelok dan sempit sehingga sering terjadi kecelakaan lalulintas, sudah diperlebar. “Jadi dalam pelebaran ini, jalan yang berkelok, kita potng supaya lurus. Banyak pagar maupun pekarangan yang habis. Ada juga beberapa kios yang harus di gusur karena lebar jalannya menjadi 12 meter.” ungkap Lay Rohi.

Diakui Lay Rohi bahwa berbagai kendala sering muncul dilapangan, tapi hal itu tak menyurutkan semangat dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Sabu Raijua. Dia mencntohkan, ketika hendak melakukan pelebaran jalan, pihaknya merangkul semua aparat baik camat, lurah maupun kepala desa untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat yang lahan atau pekarangannya terkena pelebaran jalan.

“Pak bupati juga selalu bersama-sama dengan kami menemui masyarakat. Beliau jalan dari rumah ke rumah untuk menemui warga. Inilah yang menjadi motivasi yang kuat bagi kami dalam bekerja. Pak bupati tidak pernah melepas kami berjalan sendiri, beliau selalu berusaha untuk bersama-sama ketika melakukan pendekatan kepada masyarakat,” kisahnya.

Tidak hanya pelebaran jalan yang sedang dibangun saat ini di Sabu Raijua, pada tahun 2015 pemerintah juga membangunan taman kta di Seba yang letaknya berdekatan dengan Pantai Napae dan Pos militer. Taman kota ini diharapkan akan menjadi sentral bagi masyarakat untuk meinikmati keindahan pulau Sabu. “Disitu nanti ada bundaran dan kita pasang air mancur. Di sebelahnya kita akan bangun miniature pulau Sabu dan Raijua sehingga menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat,” ungkap Lay. 

Selain itu, ada juga pembangunan taman doa bagi masyarakat. Dalam taman doa ini akan dibangun patung Tuhan Yesus setinggi 30 meter. Taman ini juga diharapkan akan menjadi tujuan wisata rohani bagi masyarakat. “Disitu kita akan bangun gedung lantai tiga dan diatasnya ada Patung Tuhan Yesus. Tinggi keseluruhan dari patung tersebut adalah 30 meter. Didalam geungnya kita siapkan tempat berdoa khusus, ada juga aula seba guna dan kita lengkapi dengan sarana internet,” papar Lay Rohi. (joey rihi ga)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar